Asisten Manajer Barito Putera, Syarifuddin Ardassa, mengungkapkan, pemutusan kontrak seluruh pemain menjadi skenario terburuk lantaran kisruh berkelanjutan antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI.

Konflik antara stakeholder sepakbola nasional ini memang tanpa ujung. Setelah membekukan PSSI pada Jumat (17/4/2015), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menerbitkan surat kepada Kepolisian agar tak memberi izin penyelenggaraan laga Indonesia Super League (ISL). Alhasil, laga ISL yang dijadwalkan pada Sabtu (25/4/2015) dan Minggu (26/4/2015) terpaksa dibatalkan.

Penundaan kompetisi juga berdampak negatif terhadap finansial klub. Manajemen harus terus mengeluarkan dana untuk operasional seperti gaji. Tetapi, potensi pendapatan dari sektor tiket justru nihil.

"Hal terburuk tentunya akan dilakukan pemutusan kontrak semua pemain. Sebab, klub akan rugi. Sementara itu, apakah pemain mau menanggungnya? Kan kasihan pemain jadi korban karena keputusan egois seperti ini," ungkap Syarifuddin.

"Ini benar-benar di luar dugaan. Kalau seperti ini sepertinya sudah kehilangan hati nurani untuk sepakbola Indonesia," tambahnya.

Guna membicarakan kompetisi, Kemenpora telah mengundang PT Liga Indonesia dan 16 klub ISL untuk berdialog pada Senin (27/4/2015).

Namun, Arema Cronus dan Persebaya Surabaya yang tak mendapat rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), tak masuk daftar undangan.

Sumber : http://www.tribunnews.com/superball/2015/04/27/barito-putera-bisa-putus-kontrak-semua-pemain-jika-konflik-menpora-pssi-terus-tak-berujung

0 comments:

Post a Comment

 
Top