Talaohu Abdul Musafri
Musafri dari Kuliah Menjadi Pesepakbola  - Masa depan orang siapa yang tahu. Hal ini mungkin dirasakan orang tua Talaohu Abdul Mushafry. Bermaksud menguliahkan anak ke Yogyakarta agar nantinya bisa mengabdi ke kampung halaman untuk membangun desa. Ternyata, Mushafry malah menjadi pesepakbola. 

Bakat sepakbola Mushafry memang sudah terlihat sejak ia kecil. Namun, ia sama sekali tak pernah mengasah bakatnya melalui jalur sekolah sepakbola. Ia tumbuh secara alami sebagai pesepakbola. Setiap sore, Mushafry kecil selalu bermain bola bersama teman-temannya di Labuha, Ternate. Kegemarannya terhadap sepakbola menurun dari sang ayah yang merupakan pemain sepakbola PS Ambon.

Ayahnya memang sangat sadar dengan kemampuan sang anak menyepak si kulit bundar. Namun, di sisi lain, sang ayah juga ingin melihat buah hatinya bisa berkarya membangun desa.

Akhirnya, setelah Mushafry lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), ayahnya pun memberangkatkan Mushafry ke Jogjakarta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sesuai keinginan membangun desa, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) pun dipilih menjadi tempat Mushafry menimba ilmu.

Ternyata di Yogyakarta, Mushafry menemukan jalur yang tepat untuk menyalurkan bakatnya bermain bola. Sembari kuliah ia ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sepakbola yang ada di kampusnya.

Ternyata, hal itu menjadi pintu bagi Mushafry masuk ke karier profesional sebagai pemain bola. Hingga akhirnya terpilih masuk tim Pomnas, serta PraPON Yogyakarta.

Pada 2002, saat duduk di semester IV perkuliahan, Mushafry terpilih masuk skuad Persiba Bantul yang saat itu berada di Divisi Dua Liga Indonesia.

Semusim membela Persiba Bantul, Mushafry memutuskan pindah ke PSS Sleman yang berlaga di Divisi Utama. Namun, ia tak tetap melupakan pendidikan. Mushafry tetap mengikuti perkuliahan meski sudah menjajaki karier profesional sebagai pesepakbola. Setelah dua tahun melakoni kegiatan kuliah dan pemain sepakbola PSS Sleman, akhirnya Musafri menyelesaikan pendidikannya.

Sang ayah pun akhirnya tahu anaknya sudah menjadi pesepakbola profesional. Dukungan penuh pun diberikan kepada sang anak.

Mushafry lantas melanjutkan karier di Kalimantan dengan membela Persiba Balikpapan. Tiga tahun berseragam Persiba, Mushafry memutuskan pindah ke Persija IPL pada 2009.

Pada 2010, ia kembali berganti klub. Arema IPL menjadi persinggahan Mushafry. Dua tahun membela Arema IPL, ia melanjutkan petualangan ke Perseman Manokwari. Namun, ia hanya setengah musim membela Perseman dan kembali berhijrah ke Persebaya 1927.

Namun, ia memperkuat Persebaya hanya setengah musim kompetisi IPL 2013. Pada 2014 ia pun mulai berlaga di ISL bersama Pelita Bandung Raya. Mushafry berjasa mengantarkan PBR melangkah hingga babak semi final ISL musim lalu.

Penampilannya bersama PBR membuat Barito Putera jatuh hati. Pinangan pun langsung dilakukan. Gayung bersambut, Mushafry pun akhirnya resmi berkostum Barito Putera pada ISL musim 2015. Di musim perdananya bersama Barito Putera Mushafry langsung menargetkan gelar juara ISL.


Sumber : http://mediakalimantan.com

0 comments:

Post a Comment

 
Top